JURNAL PERCOBAAN VI PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM"

 

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

"SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM"




NAMA        : DENORA SITUMORANG
NIM            : A1C118056
KELAS       : REGULER B


DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs Syamsurizal, M.Si





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
UNIVERSITAS JAMBI
2020

PERCOBAAN 6 :
I. JUDUL                    "SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM"
II. HARI, TANGGAL : Rabu, 18 November 2020
III. TUJUAN               :
Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :
  1. Untuk mengenal dan memahami teknik-teknik skrining fitokimia bahan alam.
  2. Untuk mengetahui jenis-jenis peraksi yang digunakan dalam skrining fitokimia.
IV. LANDASAN TEORI

Saponin adalah suatu glikosida triterpenoid dan sterol yang mungkin terdapat pada banyak tanaman. Kata saponin berasal dari bahasa Latin “sapo” yaitu suatu bahan yang akan membentuk busa jika dilarutkan dalam larutan encer.Saponin berfungsi sebagai ekspektoran, emetikum jiak dikonsumsi dalam jumlah besar. Saponin juga merupakan senyawa kimia yang dapatmenyebabkan sel darah merah terganggubakhibat kerusakan membran sel,menurunkan kolestroplasma dan dapat menjaga keseimbangan flora usus sebagai antibakteri (Harborne, 1987)

Saponin bersifat polar sehingga dapat larut dalam pelarut seperti air dan saponin juga bersifat non polar karena memiliki gugus hidrofob yaitu aglikon (sapogenin). Busa yang dihasilkan pada uji saponin disebabkan karena adanya glikosida yang dapat membentuk busa dalam air dan terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa lainnya.Skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan terpenoid /steroid dalam tumbuhan diuji dengan menggunakan metode Liebermann-Buchard yang nantinya akan memberikan warna merah jingga atau ungu untuk terpenoid dan biru untuk steroid. Penambahan asam asetat dan asam sulfat berikatan dengan senyawa terpenoid/steroid sehingga menghasilkan reaksi perubahan warna (Agustina, dkk,2017).

Skrining fitokimia merupakan metode yang digunakan untuk mempelajari komponen senyawa aktif yang terdapat pada sampel, yaitu mengenai struktur kimianya, biosintesisnya, penyebarannya secara alamiah dan fungsi biologisnya, isolasi dan perbandingan komposisi senyawa kimia dari bermacam-macam jenis tanaman. Sampel tanaman yang digunakan dalam uji fitokimia dapat berupa daun, batang, buah, bunga umbi dan akarnya yang memiliki khasiat sebagai obat dan digunakan sebagai bahan mentah dalam pembuatan obat modern maupun obatobatan tradisional (Agustina,Sry dkk 2016).

V. ALAT DAN BAHAN
Alat :
  1. Erlenmeyer 250ml
  2. Gelas kimia 200ml
  3. Lumpang
  4. Gelas ukur
  5. Tabung reaksi
  6. Plat tetes
  7. Pipet tetes
  8. Corong gelas
Bahan :
  1. Kloroform
  2. NaOh padatan
  3. Perekasi meyer
  4. Etanol
  5. Iodine
  6. Plat tetes
  7. Pereaksi Wagner
  8. Metanol
  9. Brusin
  10. Shinoda
  11. Heksan
  12. KI
VI. PROSEDUR KERJA

Pemeriksaan alkaloid
  1. dihaluskan 2-4 gr simplisia dalam lumpang dan ditambahkan kloroform dan silica.
  2. basahi dengan kloroform, gerus kembali kemudian tambahkan kloroform amoniak 1/20 N sebanyak 10ml
  3. disaring, kemudian ditambahkan 10ml asam sulfat 2N, dikocok 
  4. kemudian lapisan asam didekantasi dan dipindahkan kedalam tabung reaksi kecil
  5. tambahkan pada masing-masing tabung rekasi satu tetes pereaksi wagner, meyer, dan dragendorf
  6. kemudian diamati.
pemeriksaan saponin
  1. dimasukkan kedalam tabung reaksi 0,5 gram tumbuhan lalu ditambahkan dengan 10ml air panas didiamkan selama sepuluh detik.
  2. jika terbentuk busa sepanjang 1-10cm  selama 10 menit dan kemudian ditambahkan satu tetes asam klorida tidak terjadi perubahan pada busa maka tes saponin positif.
pemeriksaan kuinon
  • simplisia dipotong dengan halus , kemudian diekstraksi dengan eter. kalau warna contoh uang diuji masuk ke dalam pelarut eter boleh jadi zat warna yang ada adalah kuinon.
VII. PERTANYAAN 
  1. kenapa diguanakan pereaksi wagner, meyer, dan dragendorf dalam peeriksaan alkaloid ?
  2. kenapa dala pemeriksaan saponin ditandai dengan adanya busa ?
  3. pada skrining fitokimia uji apa saja yang dapat dilakukan pada skrining fitokimia senyawa bahan alam  ?


Comments

  1. baiklah saya Nabilah Zahrah (A1C118026) akan mencoba menjawab permasalahan denora no 2.

    Saponin bersifat polar sehingga dapat larut dalam pelarut seperti air dan saponin juga bersifat non polar karena memiliki gugus hidrofob yaitu aglikon (sapogenin). Busa yang dihasilkan pada uji saponin disebabkan karena adanya glikosida yang dapat membentuk busa dalam air dan terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa lainnya.

    ReplyDelete
  2. 1. saya erma johar (031) pereaksi wagner, meyer, dan dragendorf dalam peeriksaan alkaloid dapat mendeteksi dikarenakn komponen larutan nya sangat berbahaya dan reaktif sehingga dapat digunakan untuk uji alkaloid. da hasil ditunjukan juga sama sesuai teori yaitu Terbentuknya endapan menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung alkaloid

    ReplyDelete
  3. baiklah saya dewi mariana elisabeth lubis (029) akan menjawab permasalahan no 3
    skrining fitokimia ini bisa di lakukan pada uji saponin, uji tanin, uji flavonoid, uji alkaloid dan lain sebagainya
    terimakasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

JURNAL PERCOBAAN V PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL"

LAPORAN PERCOBAAN II PRAKTIKUM PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT

LAPORAN PERCOBAAN XIII PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "UJI LEMAK"