JURNAL PERCOBAAN VI PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM"
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
"SKRINING FITOKIMIA SENYAWA BAHAN ALAM"
NAMA : DENORA SITUMORANGNIM : A1C118056KELAS : REGULER B
- Untuk mengenal dan memahami teknik-teknik skrining fitokimia bahan alam.
- Untuk mengetahui jenis-jenis peraksi yang digunakan dalam skrining fitokimia.
Saponin adalah suatu glikosida
triterpenoid dan sterol yang mungkin terdapat pada banyak tanaman. Kata saponin
berasal dari bahasa Latin “sapo” yaitu suatu bahan yang akan membentuk busa
jika dilarutkan dalam larutan encer.Saponin berfungsi sebagai ekspektoran,
emetikum jiak dikonsumsi dalam jumlah besar. Saponin juga merupakan senyawa
kimia yang dapatmenyebabkan sel darah merah terganggubakhibat kerusakan membran
sel,menurunkan kolestroplasma dan dapat menjaga keseimbangan flora usus sebagai
antibakteri (Harborne, 1987)
Saponin bersifat polar sehingga
dapat larut dalam pelarut seperti air dan saponin juga bersifat non polar
karena memiliki gugus hidrofob yaitu aglikon (sapogenin). Busa yang dihasilkan
pada uji saponin disebabkan karena adanya glikosida yang dapat membentuk busa
dalam air dan terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa lainnya.Skrining
fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan terpenoid /steroid dalam tumbuhan
diuji dengan menggunakan metode Liebermann-Buchard yang nantinya akan
memberikan warna merah jingga atau ungu untuk terpenoid dan biru untuk steroid.
Penambahan asam asetat dan asam sulfat berikatan dengan senyawa
terpenoid/steroid sehingga menghasilkan reaksi perubahan warna (Agustina, dkk,2017).
Skrining fitokimia merupakan
metode yang digunakan untuk mempelajari komponen senyawa aktif yang terdapat
pada sampel, yaitu mengenai struktur kimianya, biosintesisnya, penyebarannya
secara alamiah dan fungsi biologisnya, isolasi dan perbandingan komposisi
senyawa kimia dari bermacam-macam jenis tanaman. Sampel tanaman yang digunakan
dalam uji fitokimia dapat berupa daun, batang, buah, bunga umbi dan akarnya
yang memiliki khasiat sebagai obat dan digunakan sebagai bahan mentah dalam
pembuatan obat modern maupun obatobatan tradisional (Agustina,Sry dkk 2016).
- Erlenmeyer 250ml
- Gelas kimia 200ml
- Lumpang
- Gelas ukur
- Tabung reaksi
- Plat tetes
- Pipet tetes
- Corong gelas
- Kloroform
- NaOh padatan
- Perekasi meyer
- Etanol
- Iodine
- Plat tetes
- Pereaksi Wagner
- Metanol
- Brusin
- Shinoda
- Heksan
- KI
- dihaluskan 2-4 gr simplisia dalam lumpang dan ditambahkan kloroform dan silica.
- basahi dengan kloroform, gerus kembali kemudian tambahkan kloroform amoniak 1/20 N sebanyak 10ml
- disaring, kemudian ditambahkan 10ml asam sulfat 2N, dikocok
- kemudian lapisan asam didekantasi dan dipindahkan kedalam tabung reaksi kecil
- tambahkan pada masing-masing tabung rekasi satu tetes pereaksi wagner, meyer, dan dragendorf
- kemudian diamati.
- dimasukkan kedalam tabung reaksi 0,5 gram tumbuhan lalu ditambahkan dengan 10ml air panas didiamkan selama sepuluh detik.
- jika terbentuk busa sepanjang 1-10cm selama 10 menit dan kemudian ditambahkan satu tetes asam klorida tidak terjadi perubahan pada busa maka tes saponin positif.
- simplisia dipotong dengan halus , kemudian diekstraksi dengan eter. kalau warna contoh uang diuji masuk ke dalam pelarut eter boleh jadi zat warna yang ada adalah kuinon.
- kenapa diguanakan pereaksi wagner, meyer, dan dragendorf dalam peeriksaan alkaloid ?
- kenapa dala pemeriksaan saponin ditandai dengan adanya busa ?
- pada skrining fitokimia uji apa saja yang dapat dilakukan pada skrining fitokimia senyawa bahan alam ?

baiklah saya Nabilah Zahrah (A1C118026) akan mencoba menjawab permasalahan denora no 2.
ReplyDeleteSaponin bersifat polar sehingga dapat larut dalam pelarut seperti air dan saponin juga bersifat non polar karena memiliki gugus hidrofob yaitu aglikon (sapogenin). Busa yang dihasilkan pada uji saponin disebabkan karena adanya glikosida yang dapat membentuk busa dalam air dan terhidrolisis menjadi glukosa dan senyawa lainnya.
1. saya erma johar (031) pereaksi wagner, meyer, dan dragendorf dalam peeriksaan alkaloid dapat mendeteksi dikarenakn komponen larutan nya sangat berbahaya dan reaktif sehingga dapat digunakan untuk uji alkaloid. da hasil ditunjukan juga sama sesuai teori yaitu Terbentuknya endapan menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung alkaloid
ReplyDeletebaiklah saya dewi mariana elisabeth lubis (029) akan menjawab permasalahan no 3
ReplyDeleteskrining fitokimia ini bisa di lakukan pada uji saponin, uji tanin, uji flavonoid, uji alkaloid dan lain sebagainya
terimakasih