LAPORAN PERCOBAAN X PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "ISOLASI p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR"

 

LAPORAN PRAKTIKUM  KIMIA ORGANIK II

"ISOLASI p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR"




NAMA        : DENORA SITUMORANG
NIM            : A1C118056
KELAS       : REGULER B


DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs Syamsurizal, M.Si





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VIII. DATA PENGAMATAN

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL PENGAMATAN

Disiapkan kecur sebanyak 2 kg dan di iris-iris lalu dijemur selama 7 hari

Dilakukannya penjemuran adalah untuk membebaskan kencur dari kadar air

Irisan kencur mengkerut dan warnanya menjadi lebih gelap

Irisan yang sudah kering kemudian di haluskan

Tujuan penghalusan adalah untuk mengubahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sehingga memudahkan pada tahap selanjutnya yaitu maserasi

Didapatlah kencur halus sebanyak 500 gram

Dilakukan proses maserasi selama 3 hari

Dilakukannya maserasi bertujuan agar sel-sel pada rimpang kencur dapat aktif, sehingga nanti akan diperoleh ekstrak dengan kandungan tinggi.

Didapatkan warna hijau yang sangat keruh dan lapisan atas seperti ada cairan hitam

Dilakukan isolasi dengan jalan pemanasan sampai mendidih kemudian disaring menggunakan kain

Tujuan dilakukan pemanasan adalah untuk  menurunkan volume dan pelarut tidak dapat menguap lagi dan hanya menyisakan ekstak kental.

Didapatkan hasil dari penyaringan tadi larutan berwarna kuning sebanyak 425 ml

Selanjuntnya dilakukan lagi pemanasan

Tujuan pemanasan ulang adalah untuk mendapatkan larutan yang kepekatannya lebih tinggi

Didapatlah larutan berwarna kuning menjadi 100 ml

Larutan 100 ml itu tadi dimasukkan dalam kulkas selama 3 hari, kemudian dipekatkan kembali

Tujuan ditaruh dalam kulkas adalah untuk mengkristalkan senyawa yang didapat dan memisahkannya dari sisa pelarut yang belum menguap maupun pengotor yang masih terdapat dalam ekstrak.

Didapatlah larutan sebanyak 40ml warnanya semakin coklat gelap

Dipekatkan kembali sampai 10 ml

Tujuan dipekatkan kembali adalah untuk menambah konsentrasi larutan tersebut

Didapatkan kristal putih agak kecoklatan

Dilakukan tahap rekristalisasi

●Rekristalisasi tahap 1

●Rekristalisasi tahap 2

●Rekristalisasi tahp 3

●Rekristalisasi tahap 4

NB: rekristalisasi dilakukan masing-masing berselang 1 hari

Tujuan dilakukannya rekristalisasi adalah untuk pemurnian larutan tersebut sehingga didapatkan senyawa yang diinginkan.

Didapatkanlah

●Rekristalisasi tahap 1 yaitu warnanya masih kuning dan banyak seperti ampas di atasnya

●Rekristalisasi tahap 2 warnanya menjadi lebih bening dan ampas-ampas diatasnya hanya tinggal sedikit

●Rekristalisasi tahap 3 warnanya menjadi bening dan ampas-ampasnya merata diatas sedikit berwarna kuning

●Rekristalisasi tahap 4 didapatkan kristal

 

Dilakukan rekristalisasi tahap 5

Tujuan dilakukannya rekristalisasi lagi adalah untuk mendapatkan kristal lebih murni lagi

Didapatkan kristal murni berwarna putih

 IX. PEMBAHASAN

Isolasi merupakan tehnik pemisahan yang dilakukan terhadap komponen senyawa kimia dari campurannya pada tumbuh-tumbuhan atau bahan alam. Isolasi bahan organik dilakukan dengan menggunakan beberapa metode pemisahan untuk memaksimalkan hasil isolasi yang dilakukan. Metode yang paling sering digunakan untuk mengisolasi suatu bahan alam adalah dengan ekstraksi menggunakan pelarut tertentu. Perkolasi merupakan salah satu contoh ekstraksi yang digunakan untuk memisahkan senyawa organik dari suatu bahan alam.

Etil p-metoksisinamat (EPMS) adalah salah satu senyawa hasil isolasi rimpang kencur (Kaempferia Balanga). EPMS termasuk dalam golongan senyawa ester yang mengandung cincin benzena dan gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan juga gugus karbonil yang mengikat etil yang bersifat sedikit polar sehingga dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut-pelarutyang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, methanol, air dan heksana.

Dimana pada percobaan ini disiapkan kencur sebanyak 2 kg yang di iris dan kemudian dijemur selama 7 hari. Penjemuran yang dilakukan untuk menghilangkan kadar air yang terkandung dalam kencur, sehingga kencur menjadi mengkerut dan warnanya sedikit lebih gelap. Kemudian kencur yang telah dikeringkan tersebut di haluskan sehingga didapatkan sebanyak 500gr bubuk kencur yang siap digunakan untuk percobaan ini. Dilakukan proses maserasi selama 3 hari, Dilakukannya maserasi bertujuan agar sel-sel pada rimpang kencur dapat aktif, sehingga nanti akan diperoleh ekstrak dengan kandungan tinggi. Didapatkan larutan warna hijau yang sangat keruh dan lapisan atas seperti ada cairan hitam. Dilanjutkan isolasi dengan jalan pemanasan sampai mendidih kemudian disaring menggunakan kain. Tujuan dilakukan pemanasan adalah untuk  menurunkan volume dan pelarut tidak dapat menguap lagi dan hanya menyisakan ekstak kental. Hasil dari penyaringan tadi larutan berwarna kuning sebanyak 425 ml. Selanjuntnya dilakukan lagi pemanasan, tujuan pemanasan ulang ini adalah untuk mendapatkan larutan yang kepekatannya lebih tinggi. Didapatlah larutan berwarna kuning menjadi 100 ml. Larutan tadi dimasukkan dalam kulkas selama 3 hari, kemudian dipekatkan Kembali. Tujuan ditaruh dalam kulkas adalah untuk mengkristalkan senyawa yang didapat dan memisahkannya dari sisa pelarut yang belum menguap maupun pengotor yang masih terdapat dalam ekstrak. Didapatlah larutan sebanyak 40ml warnanya semakin coklat gelap. Kemudian Dipekatkan kembali sampai 10 ml. Didapatkan kristal putih agak kecoklatan.  Selanjutnya dilakukan rekristalisasi dari tahap 1 sampai dengan tahap 5 dan didapatkan hasil seperti yang terdapat dalam data pengamatan yang dijelaskan diatas.

 X. KESIMPULAN

  1. Teknik untuk melakukan isolasi senyawa p-Metoksi sinamat dari kencur ini bisa dilakukan dengan menggunkan teknik maserasi.
  2. Fenilpropanoid merupakan senyawa yang mempunyai kerangka dasar yang terdiri atas cincin benzene yang terika pada ujung rantai karbon propane C3. Salah satu sifat kimia fenilpropanoid ini yaitu dapat mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan ester.
XI. PERTANYAAN
  1. Metode ekstraksi apa yang digunakan dalam percobaan isolasi senyawa p-metoksi sinamat dari kencur ini?
  2. Apa pengarus pendingan yang dilakukan selama 3 hari?
  3. Pelarut apa yang digunakan dalam percobaan ini, kenapa digunakan pelarut tersebut?
DAFTAR PUSTAKA

Tim Kimia Organik., 2020, Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi:Universitas Jambi.

Comments

  1. saya erma johar akan menjawab no 2. pengaruh pedinginan itu agar dapat terbentuknya endapan sebelum akhirnya nanti dilakukan rekristalisasi. sehingga harus di dinginkan terlebih dahulu agar mengendap dan sehingga akan mudah di kristalisasikan

    ReplyDelete
  2. hay denora, saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjaab permasalahan No. 1 yang mana pada percobaan ini digunakan metode ekstraksi maserasi agar agar sel-sel pada rimpang kencur dapat aktif, sehingga nanti akan diperoleh ekstrak dengan kandungan tinggi. terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Saya Dewi Mariana Elisabeth (029) akan menjawab permasalahan no 3
    Pelarut yang digunakan pada percobaan kali ini ialah klorofrom

    Terimakasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

JURNAL PERCOBAAN V PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL"

LAPORAN PERCOBAAN II PRAKTIKUM PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT

LAPORAN PERCOBAAN XIII PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "UJI LEMAK"