LAPORAN PERCOBAAN VIII PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM ( STEROID DAN TERPENOID )"

 

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II 

"ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM ( STEROID DAN TERPENOID )"




NAMA        : DENORA SITUMORANG
NIM            : A1C118056
KELAS       : REGULER B


DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs Syamsurizal, M.Si





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. DATA PENGAMATAN

NO.

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.

Pegagang segar sebanyak 50gr yang sudah dirajang dimaserasi dengan 250ml metanol 3 x 24 jam

Untuk mendapatkan ekstrak pegagang

Terbentuk cairan berwarna hijau

2.

Hasil maserasi disaring

Untuk memisah antara ekstrak pegagang dengan ampas

Ekstrak cair berwarna hijau pekat

3.

Ekstrak cair di rotary evaporator

Untuk menguapkan pelarut metanol sehingga terbentuk ekstrak kental

Terbentuk ekstrak kental berwarna hijau pekat

4.

Diambil 5ml ektrak kental untuk dilakukan pengujian KLT dengan menggunakan fase gerak n-heksana

Pengujian pada ekstrak pegagan

Terdapat noda sebanyak 4 noda

5.

Setelah dilakukan pengujian KLT masih didapatkan beberapa noda, Dilakukan rekristalisasi kembali dan dilakukan pengujian KLT

Untuk mendapatkan ekstrak yang lebih murni

Terdapat 1 noda pada pengujian KLT

 IX. PEMBAHASAN 

Terpenoid     merupakan     senyawa kimia   yang   terdiri   dari   beberapa   unit isopren.          Kebanyakan           terpenoid mempunyaistruktur siklik dan mempunyai satu  gugus  fungsi  atau  lebih.  Terpenoid umumnya  larut  dalam  lemak  dan  terdapat dalam  sitoplasma  sel  tumbuhan. Senyawa terpenoid  terdiri  atas  beberapa  kelompok. Senyawa  terpenoid  ini  adalah  salah  satu senyawa  kimia  bahan  alam  yang  banyak digunakan   sebagai   obat. Terpenoid   adalah   senyawa   yang hanya  mengandung  karbon  dan  hidrogen, atau  karbon,  hidrogen  dan  oksigen  yang bersifat    aromatis,    sebagian    terpenoid mengandung atom karbon yang jumlahnya merupakan   kelipatan   lima. Penyelidikan kimia selanjutnya menunjukan pula bahwa sebagian terpenoid  mempunyai  kerangka karbon yang di bangun oleh dua atom atau lebih  unit  C5  yang  disebut  isopren,  unit unit   isopren   biasanya   saling   berkaitan dengan teratur, dimana “kepala” dari unit satu  berkaitan  dengan  “ekor”  unit  yang lain,    kepala    adalah    merupakan    ujung terdekat     kecabang     metil     dan     ekor merupakan  ujung  yang  lain.

Triterpenoid  adalah  senyawa  yang kerangka   karbonnya   berasal   darienam satuan    isopren    dan    secara    biosintesis diturunkan  dari  hidrokarbon  C30  asiklik yang  disebut  skualen. Triterpenoid  berupa senyawa  tak  berwarna,  bernetuk  kristal, biasanya   bertitik   leleh   tinggi. Senyawa triterpenoid dapat dikelompokan menjadi triterpenoid trisiklik, Tetrasiklik dan pentasiklik. Triterpenoid  tetrasiklik  menarik  perhatian karena berkaitan dengan biosintesa steroid, contohnya  adalah  lanosterol.  Triterpenoid pentasiklikmerupakan   triterpenoid   yang paling penting  dan     tersebar     luas, contohnya α-amirin dan β-amirin senyawa triterpenoid umumnya ditemukan  pada   tumbuhan   berbiji   dan hewan.

Dimana pada percobaan kali ini dapat dilihat isolasi senyawa terpenoid ini lebih dibahas, yaitu diisolasi dari Pegagang segar sebanyak 50gr yang sudah dirajang dimaserasi dengan 250ml metanol 3 x 24 jam. hal ini dilakukan agar estrak yang diinginkan terbentuk. setalah dimaserasi selama 24 jam terbentuk larutan hijau. kemudian estrak yang sudah disaring dan dipisahkan dari ampas nya dilakukan evaporator untuk mengendapkan pelarut yang digunakan sehingga estrak senyawa yang diinginkan terbentuk sengan baik tanpa campuran dari pelarut metanol yang tadi digunakan. kemudian dilakukan uji KLT untuk melihat kandungan apa saja yag terdapat didalam ekstrak yang didapatkan. ternyata setelah dilakukan uji KLT masih terdapat 4 noda yang dimana itu membuktikan bahwa masih adakandungan senyawa lain yang tidak diingnkan sehingga dari hasil tersebut kita harus melakukan rekrisralisasi kembali agar mendapatkan senyawa isolasi terbenoid yang diinginkan. 

X. PERTANYAAN

  1. apa kegunaan dilakukan evaporator dalam proses isolasi senyawa bahan alam tersebut?

  2. kenapa perlu dilakukan uji KLT dalam isolasi tersebut?

  3. pelarut apa yang digunakan dalam proses ekstraksi ? kenapa pelarut tersebut yang digunakan ?

XI. KESIMPULAN
  1. Teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya terpenoid dapat dilakukan dengan cara ekstraksi,kemudian dapat pula dengan uji kromatografi dan refluks.

  2. Sifat-sifat kimia steroid dengan reagennya , yaitu jika direkasikan dengan pereaksi birch Lieberman akan membentuk larutan hijau.

DAFTAR PUSTAKA
Tim Kimia Organik., 2020, Penuntun Praktikum Kimia Organik II. Jambi:Universitas Jambi.

Comments

  1. saya erma johar akan menjawab no 2. KLT untuk melihat kandungan apa saja yag terdapat didalam ekstrak yang didapatkan

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan no,3
    Adapun pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi yakni pelarut metanol sehingga terbentuk ekstrak kental.Digunakan metanol karena metanol disini berfungsi sebagai reagen yang akan membantu proses isolasi dari pegagang segar sehingga dapat mengisolasi steroid dan terpenoid. Terimakasih :)

    ReplyDelete
  4. Baiklah saya akan mencoba menjawab permaslahan no 1
    Kegunaan dilakukan evaporator dalam proses isolasi senyawa bahan alam ialah untuk memisahkan pelarutnya dari sampel.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

JURNAL PERCOBAAN V PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL"

LAPORAN PERCOBAAN II PRAKTIKUM PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT

LAPORAN PERCOBAAN XIII PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "UJI LEMAK"