JURNAL PERCOBAAN X PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II : "ISOLASI p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR"
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
"ISOLASI p-METOKSI SINAMAT DARI KENCUR"
NAMA : DENORA SITUMORANGNIM : A1C118056KELAS : REGULER B
- Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam khususnya senyawa fenilpropanoid
- dapat mengenal sifat-sifat kimia fenil propanoid melalui reaksi-reaksi pengenalan.
kencur merupakan tanaman tropis
yang banyak tumbuh di kebun, pekerangan, digunakan sebagai bumbu dapur dan
termasuk salah satu tanaman obat tradisional Indonesia. Senyawa kimia yang
terkandung didalamnya antara lain: etil p-metoksisinamat, etil sinamat yang
komponen utamanya, p-metoksistiren, dll. Kadar untuk etil p-metoksisinamat
dalam kencur cukup tingggi yaitu mencapai 10%, dikarenakan dengan mudah bisa di
isolasi dari umbinya menggunakan pelarut
petroleum atau etanol. Struktur p-metoksi sinamat (C12H14O3) dan asam
p-metoksi sinamat sebagai berikut (Tim Kimia Organik,2020).
Kaempferia galanga,Linn atau
biasa disebut dengan kencur merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di
berbagai daerah, kencur banyak digunakan
sebagai tanaman yang dipelihara atau juga bisa digunakan sebagai ramuan obat
tradisional serta sebagai bumbu masakan, sehingga banyak petani yang
membudidayakan tanaman kencur tersebut sebagai hasil pertanian yang
diperdagangkan dalam jumlah yang besar. Tanaman kencur yang diperdagangkan
adalah bagian buah akar yang tinggal didalam tanah atau rizoma. Rimpang kencur yang terdapat dalam tanah bergerombol dan bercabang-cabang dengan induk
rimpang ditengah. Kulit ari bewarna coklat dan bagian dalam bewarna putih
kekuning-kuningan yang memiliki kandungan air yang lebih banyak
(Fessenden,1984).
kencur (Kaempferia galanga L)
telah diketahui secara empiris kencur memiliki efek antiinflamasi. Kandungan
utama kencur yaitu p-metoksi sinamat 31,77% yang mana didalam tubuh akan
mengalami hidrolisis menjadi senyawa aktif biologis . asam p-metoksi sinamat
(APMS) yang mana senyawa ini akan bekera dengan cara menghambat enzim
siklooksigenase, sehingga konversi dari asam arakidonat yang akan menjadi
prostaglandi teganggu. Pada penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS)
Sering sekali memberikan efek yang menyebabkan iritasi salura pencernaan. Ada
cara yang dapat menghindari permasalahan tersebut, yaitu dengan cara mengembangkan penggunaan obat secara tipikal
(Soeratri.et al,2014).
- Erlenmeyer 250ml
- Kertas saring
- KLT
- Penangas air
- Corong Buchner
- Labu bulat alas datar
- Corong biasa
- Evaporator
- Alat Ukur TI
- Kencur yang sudah ditumbuk
- NaOH
- Kloroform
- Metanol
- Etanol
- Asam sulfat klorida
Dimasukkan serbuk kencur kedalam Erlenmeyer 250ml
Direndam dengan 100ml klorofrom
Dihangatkan pada penangas air sambil digoyang-goyang
Dibiarkan selama setengah jam pada temperature kamar kemudian saring
Dipisahkan residu kencur dan ulangi perkolasi sekali lagi menggunakan pelarut dengan jumlah yang sama
Diperoleh filtrate kemudian digabung dan dipekatkan dibawah tekanan rendah (evavorator) sampai volume larutan kira-kira setengahnya
Didinginkan larutan pekat dalam air es, padatan yang terbentuk disaring dengan corong Buchner , filtrate dipekatkan sekali lagi dan padatan yang kedua setelah disaring digabung kemudian ditimbang
Dihitung rendemennya! Reksistalisasi dilakukan dalam klorofrom.kemudian diukur titik lelehnya dan bandingkan dengan literature (45-50ºC).
Sampel Kristal hasil isolasi
dilarutkan dalam petroleum eter, menggunakan kapiler, totolkan pada plat KLT
ukuran 2x5cm. pada jarak 0,5cm dari bawah, gunakan etil p-Metoksisinamat dan
asam p-metoksi sinamat standar sebagai pembanding. Masukan dalam chamber yang
telah dijenuhkan dengan eluen klooroform, pengamatan bercak dilakukan dengan melihatnya
dibawah lampu UV atau dimasukkan ke dalam chamber iodium. Hitung RF nya dan
bandingkan dengan standar.
Pemeriksaan Spektroskopi Ultra
Violet
Kristal hasil isolasi dilarutkan
dalam methanol kemudian spectrum ultra violetnya pada daerah panjang gelombang
200-300 nm.
Pemeriksaan Spektroskopi Infra
Merah
Kristal hasil isolasi dibuat
pellet dengan KBr kering, kemudian dibuat spectrum infra merahnya.
Mengapa pada saat proses isolasi p-metoksi sinamat dilakukan pemanasan yang suhunya tidak boleh lebih dari 60C?
Mengapa pada percobaan ini pada saan residu dipisahkan dilakukan perkolasi sebanyak dua kali?
Mengapa pada tahap isolasi etil p-metoksisinamat campuran kloroform dengan serbuk kencur direndam selama 2 jam? Apakah fungsinya?

saya erma johar akan menjawab no 1. tidak boleh suhu nya di atas 60 derajat karena akan merusak struktur dari senyawa atau larutan itu sehingga nantikan percobaan akan mengalami kegagalan sehingga suhu sangat dianjurkan dalam batas maksimal yaitu 60 derajat
ReplyDeletehay denora, saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan No. 3 yang mana direndam selama 2 jam untuk menyempurnakan proses ekstaksi, dan juga agar zat pengotor yang ada pada kencur hilang. terima kasih.
ReplyDeleteSaya Dewi Mariana Elisabeth (029) akan menjawab permasalahan no 2
ReplyDeleteMenurut saya fungsi pengulangan perkolasi ini ialah agar filtrat yang di dapatkan lebih murni dan lebih baik untuk dilakukan uji selanjutnya
Terimakasih